Reuni SospoL UGM 96 : Dari Demo Ceria Hingga Nostalgia Paket Kalap

Mahasiswa Kampus Digital Kreatif Universitas BSI Hadiri Seminar Milenial Melek Pajak

Mahasiswa Kampus Digital Kreatif Universitas BSI Hadiri Seminar Milenial Melek Pajak

Mahasiswa Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengikuti aktivitas sosialisasi pajak tempat bersama dengan tajuk “Milenial Melek Pajak” yang diselenggarakan oleh Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Depok, Kamis (15/6/2023).

Menurut rutanjeneponto.com acara berikut mengakibatkan sebagian pembicara terkemuka dalam bidang pendidikan, pemerintahan, dan pajak, termasuk Primandita Fitriandi, selaku praktisi pendidikan, Yosep Mochamad Zuanda, selaku Kepala Pusat Pelayanan Pajak Daerah (P3DW) Kota Depok 1, dan Yuli Puspita Anggraeni selaku Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah 1 BKD Depok.

Primandita Fitriandi, selaku seorang praktisi pendidikan berpengalaman, sharing wawasan tentang peran pendidikan dalam menciptakan generasi yang melek pajak. “Pendidikan punyai peran kritis dalam membentuk pemahaman yang benar tentang pentingnya kewajiban membayar pajak. Melalui edukasi yang pas di lingkungan kampus, mahasiswa sanggup jadi agen pergantian yang mendorong kesadaran masyarakat dapat manfaat berasal dari pembayaran pajak,” ungkap Primandita Fitriandi, dalam keterangan tertulis, Ahad (9/7/2023).

Selain itu, Yosep Mochamad Zuanda, Kepala P3DW Kota Depok 1, memberi tambahan pemahaman mendalam tentang ketentuan dan prosedur pajak tempat kepada mahasiswa. “Saya berharap kehadiran mahasiswa Universitas BSI dalam sosialisasi ini sanggup memperkuat keterlibatan aktif generasi muda dalam menyukseskan program Milenial Melek Pajak yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Depok,” lanjut Yosep.

Sementara itu, Hartanti selaku staf Prodi Manajemen Pajak, mengatakan bahwa bersama dengan adanya acara ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran pajak dalam pembangunan kota dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara.

“Partisipasi mahasiswa Universitas BSI dalam sosialisasi ini merupakan bagian berasal dari prinsip mereka dalam mengutamakan kesadaran pajak dan kontribusi positif pada pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Depok dalam menyelenggarakan acara sosialisasi pajak tempat ini. “Dengan adanya acara ini mahasiswa Universitas BSI mendapatkan manfaat yang berharga, layaknya pemahaman dalam pentingnya membayar pajak, kontribusi pajak dalam pembangunan kota dan tanggung jawa mereka sebagai generasi muda,” ujar Hartanti.

Tak hanya itu saja, Hartanti termasuk mengatakan bahwa Kampus Digital Kreatif Universitas BSI kini sudah jadi universitas yang hiraukan dan aktif dalam mepersiapkan mahasiswanya jadi agen pergantian yang bertanggung jawab secara sosial.

“Melalui partisipasi dalam sosialisasi pajak tempat ini, Universitas BSI terus membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya punyai keahlian teknis, namun termasuk punyai kesadaran dan keterlibatan dalam isu-isu sosial dan publik,” ujar Hartanti.

Reuni SospoL UGM 96 : Dari Demo Ceria Hingga Nostalgia Paket Kalap

Paguyuban Sospol UGM 96 menyelenggarakan Reuni 27 Tahun Alumni Fisipol UGM Angkatan 1996. Kegiatan di Kampus Fisipol UGM pada 8 Juli 2023 ini merupakan tidak benar satu program paguyuban untuk merawat sambung rasa dan relasi alumni. Dari Demo Ceria sampai Nostalgia Paket Kalap, sepenuhnya tersedia di sini. Merayakan persahabatan sepanjang 27 tahun jadi rencana acara reuni. Sebagai tajuk, ”Tak Jemu-jemu 96” mempunyai misi agar semua alumni Fisipol UGM Angkatan 1996 tak jemu-jemu merawat dan menghidupi ”Energi 96”.

Energi 96 yang dimaksud adalah kekuatan positif yang terlihat pada alumni Angkatan 1996 pas dulu meniti masa kuliah di Fisipol UGM. Sebut saja jikalau antusiasme, proaktivitas, keinginan melacak tahu, serba penasaran, rasa haus berkegiatan, dan juga jujur dan berani terhubung diri untuk persahabatan. ”Daya 96 itu tidak saja relevan namun semakin relevan disaat umur para alumni kebanyakan sudah menginjak 45 tahun. Usia ini sanggup dibilang fase disaat manusia jadi masuk pada zona mapan,” kata FX Laksana AS, Ketua Panitia Reuni 27 Tahun Alumni Fisipol UGM Angkatan 1996. Kemapanan bersama dengan segala rutinitasnya, Laksana melanjutkan, acapkali menggerus kesadaran dan sensitivitas seseorang dalam mobilisasi panggilan hidup sekaligus nikmati hidup. Reuni diharapkan isikan ulang ”Daya 96” itu agar mengingatkan ulang dapat kesadaran dan sensitivitas.

”Reuni adalah reuni. Tujuan utamanya memahami ketemu dan kangen-kangenan bersama dengan kawan-kawan lama. Tapi bersama dengan ulang sejenak ke tempat kita studi hidup (kampus) dan merayakan persahabatan yang sudah berdurasi sepanjang 27 tahun, semoga tersedia yang sanggup kita bawa pulang untuk hidup yang lebih berkualitas, secara khusus maupun sosial. Dan semoga, persahabatan angkatan 1996 semakin gayeng dan regeng,” kata alumni Hubungan Internasional Fisipol UGM angkatan 1996 itu. Sofyan Herbowo, alumni Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM angkatan 1996, berpendapat, alumni angkatan 1996 secara lazim jadi masuk pada posisi-posisi mutlak di lembaga kerjanya masing-masing. Oleh sebab itu, pembangunan jejaring relasi jadi terlampau mutlak untuk tujuan-tujuan mulia. ”Untuk itu, reuni ini terlampau pas momentumnya. Kita butuh mempererat tali persahabatan sekaligus memperkuat jejaring untuk tujuan-tujuan baik bersama,” kata Sofyan yang termasuk panitia Dana untuk Reuni 27 Tahun Alumni Fisipol UGM Angkatan 1996 itu.